YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY Jadin C Jamaludin menyesalkan pemerintah yang masih tak mengambil kebijakan guna menghalangi produks tekstil dan pakaian bekas impor dari China.
"Ada puluhan toko penjual pakaian bekas impor dari China di Yogya, yang menghantam produsen lokal. Sebenarnya, pintu masuk barang barang itu kan di pelabuhan. Lokasinya jelas, tapi pemerintah kok tak bisa atau tak mau menindak. Pakaian bekas impor, kan dilarang sebenarnya," katanya.
Jadin makin cemas karena sebentar lagi produk Cina akan lebih membanjir.

