BANDUNG, KOMPAS.com - Nilai ekspor dari Jawa Barat ke Filipina pada tahun 2010 diprediksi naik sekitar 20 persen dibandingkan 2009. Produk yang paling banyak diekspor diantaranya batu bara, tembaga, minyak kelapa sawit, alas kaki, dan tekstil.
Menurut Atase Perdagangan, Kedutaan Besar Indonesia untuk Filipina, Ketut Suarka, Kamis (4/2), stabilitas politik di Filipina diprediksi kian kondusif pada tahun 2010 . Gangguan keamanan yang sesekali terjadi tak berdampak terhadap kota-kota besar di Filipina.
Kalaupun sesekali terjadi unjuk rasa, kegiatan itu berjalan tertib dan tidak mengganggu investor, tutur Ketut. Nilai ekspor Jabar ke Filipina pada tahun 2009 berdasarkan penghitungan sementara sekitar 470 juta dollar AS.
Jumlah itu diperkirakan naik menjadi sekitar 560 juta dollar AS pada tahun 2010. Ekspor sebaiknya dilakukan dengan letter of credit (L/C). Surat kredit itu diperlukan agar pengusaha mendapatkan kepastian pembayaran karena bila produk sudah dikirimkan, L/C baru bisa dicairkan.

