Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:53 WIB
Inilah Modus Operandi Pembobol ATM
Sandro Gatra | Edj | Jumat, 5 Februari 2010 | 17:17 WIB
|
Share:
SRIWIJAYA POST/SYAHRUL HIDAYAT Suasana di salah satu ruang ATM Bank di Sumatera Selatan, Kamis (21/1/2010). "Cocor bebek" berwarna hijau di mulut slot kartu ATM merupakan alat anti-"skimming". Dengan alat itu "skimmer card" tidak bisa dipasang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang kembali mengungkapkan berbagai modus para pelaku pembobolan dana nasabah bank di lima wilayah operasi. Para pelaku beraksi di Jakarta, Bali, Samarinda, Yogyakarta, dan Pontianak.

"Polisi dapat mengungkap modus operandi para pelaku," ucap Edward saat jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (5/2/2010).

Untuk wilayah Bali, kata Edward, para pelaku menjalani aksi dengan memasang alat skimmer dan kamera pengintai untuk mencuri data digital kartu dan nomor PIN ATM nasabah. Kartu kemudian diduplikasi. Selanjutnya, dilakukan penarikan tunai dana nasabah atau dengan mentransfer ke rekening pelaku.

Untuk modus di Jakarta, tambah dia, selain dengan pemasangan skimmer di mesin ATM, pelaku juga mencuri data kartu ATM lewat mesin electronic data capture (EDC).

Di Samarinda, pelaku mencuri data nasabah melalui EDC lalu memalsukan kartu debit nasabah. Selanjutnya memanfaatkan mesin EDC pada hotel untuk menguras dana nasabah.

Di wilayah Yogyakarta, para pelaku melakukan mark up transaksi menggunakan mesin EDC. "Misalnya kita makan Rp 100.000, kasir tambahkan nol satu jadi Rp 1 juta. Ini tentunya ada kerja sama dengan pemilik mesin EDC," jelas dia.

Sedangkan di Pontianak, lanjut Edward, pelaku memasang alat penjepit di dalam mesin ATM untuk menahan kartu. Setelah kartu tersangkut, pelaku berpura-pura membantu korban dan menyarankan menghubungi call center palsu. "Operator gadungan kemudian meminta nomor PIN ATM nasabah. Lalu kartu diduplikasi dan dikuras," kata dia.