Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 07:00 WIB
Amien: Demo Bawa Kerbau Tindakan Immoral
| tof | Sabtu, 6 Februari 2010 | 18:41 WIB
|
Share:

PADANG, KOMPAS.com - Mantan Ketua MPR, Amien Rais mengatakan, aksi demo dengan membawa kerbau merupakan tindakan tidak bermoral (immoral).

"Orang demo bawa kerbau, dan menyatakan ini cocok dengan tokoh ini. Hal ini sudah tidak bermoral," kata Amien ketika menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan warga Muhammadiyah di Lapangan Imam Bonjol Padang, Sabtu.

Ketika terjadi unjuk rasa di Jakarta memperingati 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyon - Wakil Presiden Boediono, ternyata beberapa pengunjuk rasa membawa sekor kerbau . Namun hikmah dari semua itu, kata dia, adalah bangsa ini masih akan disayang Tuhan kalau mau kembali ke jalan yang benar.

"Kalau sebuah bangsa sering diberi peringatan tapi tidak mengambil hikmahnya, maka bisa diceburkan ke dalam lubang yang lebih dalam lagi," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Dia mencontohkan negara Yugoslavia yang kini sudah tidak ada lagi. "Dulu ada negara Yugoslavia, negara Eropa Timur yang kuat. Kini, negara itu sudah tidak ada lagi, karena sudah terpecah menjadi negara Kroasia, Bosnia, dan lainnya," kata Amien.

Hal yang sama juga dialami negara Uni Soviet. Negara kuat itu juga sudah tidak ada lagi.

Ia mengatakan, kalau Indonesia, tokoh-tokohnya tidak mendengar kebenaran yang disampaikan, maka tidak mustahil apa yang terjadi pada Uni Soviet dan Yugoslavia bisa terjadi di sini.

"Ini hanya sekedar warning" kata Amien yang dari Jakarta didampingi Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, dan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat kerja semua menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (2/2), meminta para menteri dan gubernur untuk membahas cara unjuk rasa 28 Januari di antaranya dengan membawa kerbau yang disertai tulisan yang bernada sindiran kepada Presiden RI. "Apa itu ekspresi kebebasan dan demokrasi," kata Presiden.

Sumber :
ANT