JAKARTA, KOMPAS.com — Investor AS memiliki minat untuk mengucurkan uangnya di beberapa sektor, seperti edukasi, logistik, infrastruktur, telekomunikasi, agrikultur, dan jasa keuangan, di samping sektor minyak dan gas bumi. Hal ini ditegaskan oleh Deputi US Trade Representative Demetrios J Marantis kepada Kontan, akhir pekan lalu.
Namun, Marantis menegaskan, Pemerintah Indonesia harus membuka pintu investasi di beberapa sektor sehingga mampu memancing ketertarikan investor. Marantis mencontohkan, ketentuan tingkat penggunaan kandungan lokal (TKDN) di sektor telekomunikasi ikut mengganjal minat investor.
"Semakin terbuka, semakin banyak investor yang datang untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dan ini merupakan win-win solution bagi kedua negara karena mendatangkan dana dan membuka lapangan kerja," tuturnya.
Apalagi, kata Marantis, OPEC Investment Agreement, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian di antara kedua negara, memberikan akses keuangan bagi calon investor AS yang ingin berinvestasi di Indonesia.
Pembicaraan investasi ini dalam rangka kunjungan Presiden AS Barack Obama pada bulan Maret mendatang. (Kontan/Raymond Reynaldi)


