KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Butuh Rp 108,9 Triliun untuk Infrastruktur
Senin, 8 Februari 2010 | 14:37 WIB
Kompas/Ahmad Arif / Kompas Images
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan bahwa butuh sekitar Rp 108,9 triliun untuk kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur dan PU dan permukiman pada 2010 ini.

"Dengan asumsi jumlah PDB tahun 2010 ini sebesar Rp 6.050 triliun sesuai data pokok RAPBN 2010 dari Kementerian Keuangan," kata Djoko pada bahan tertulis rapat kerja dengan Komite II DPD RI di Jakarta, Senin (8/2/2010).

Sementara jika ditotal hingga 2014 maka Kementerian PU memproyeksikan kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur PU dan permukiman Rp 689 triliun. "Padahal, dari kajian pemerintah hanya mampu menyediakan dana untuk Kementerian PU sebesar Rp 230 triliun sepanjang 2009-2014. Makanya perlu melibatkan investor swasta," kata Djoko.

Dari berbagai kajian dan perbandingan dengan negara lainnya, Djoko mengatakan, diperoleh gambaran kajian ke depan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6-7 persen per tahun dan diperkirakan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur
keseluruhannya paling tidak 5 persen dari PDB.

Berdasarkan data empiris, terlihat investasi di bidang infrastruktur ke-PU-an dan permukiman selama 2005-2009 menunjukkan angka persentasenya hanya berkisar 1,7-1,9 persen dari PDB. "Sementara untuk 2010-2014 persentasenya diperkirakan 1,8-2 persen dari PDB," paparnya. Anggota Komite II Muhammad Asri mengatakan perlunya penjelasan terperinci hasil Investor Summit dari Kementerian PU sehingga bisa dijabarkan oleh pemerintah daerah (pemda).

"Lemahnya koordinasi antar-dinas terkait di daerah sering ditemui sehingga pembangunan infrastruktur terkendala di birokrasi," katanya.

Penulis: ACO   |   Editor: Edj   |   Sumber : Persda Network Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.