JAKARTA, KOMPAS - Setelah masa penawaran saham PT Benakat Petroleum Energy atau BIPI dari 3-5 Februari lalu untuk para calon investor publik dan menganalisa hasil permintaan saham selama periode penawaran, jumlah pemesanan yang masuk tercatat kelebihan sampai 11,6 kali. Pemesanaan saham itu didominasi investor asing dan institusi.
"Para calon investor antusias terhadap saham BIPI, terbukti dari banyaknya jumlah peminat yang mengajukan pemesanan saham selama 3 hari kami melakukan Masa Penawaran Perdana Saham, ungkap Steffen Fang," Vice President Investment Bank PT Danatama Makmur, sebagai lead underwriter pelaksanaan Go Public BIPI , dalam siaran pers, Senin (8/2/2010), di Jakarta .
PT Benakat Petroleum Energy Tbk atau Benakat merupakan perusahaan energi di Indonesia dengan fokus utama pada peningkatan nilai melalui pengembangan hulu migas serta penambangan berbagai komoditas yang digabungkan dengan jasa pendukung Engineering, Procurement, dan Konstruksi (EPC) yang komprehensif.
PT Danatama Makmur selaku Penjamin Pelaksana Emisi Saham menyampaikan penjatahan akhir saham BIPI sebesar 75 persen dialokasikan kepada para investor asing dan 25 persen untuk investor domestik, dimana 8,48 persen merupakan pemodal ritel, sedangkan sisanya 91,52 persen merupakan pemodal institusi.
Distribusi alokasi penjatahan saham BIPI tersebut tersebar ke sekitar 76 perusahaan efek baik lokal maupun asing yang menjadi anggota bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI) . Hal ini juga menunjukkan tingkat penyebaran saham BIPI sangat merata serta juga memberikan indikasi yang jelas mengenai minat investor dari berbagai kalangan yang tinggi. BIPI akan mencatakan sahamnya di BEI tanggal 11 Februari 2010.
"Para pelaku pasar melihat peluang dan kecenderungan harga minyak yang terus meningkat, sehingga berbagai saham dari sektor minyak dan gas bumi cenderung diburu investor sebagai investasi baik jangka menengah maupun jangka panjang,"
kata Arifin Wiguna, Direktur Utama PT Benakat Petroleum Energy, Tbk.
Dengan harga akhir penawaran saham Rp 140 per saham dan pelaksanaan waran ditetatapkan Rp 145 per waran, total dana yang dihimpun BIPI jadi Rp 2,6 triliun, dengan perincian dari proceed saham Rp 1,6 triliun. Adapun dari waran proceed -nya Rp 942,5 miliar. Tambahan modal itu seluruhnya dari penerbitan saham baru sejumlah 11,5 miliar saham dan hasil pelaksanaan waran sejumlah 6,5 miliar waran. (EVY)