JAKARTA, KOMPAS.com - Kementrian Perindustrian menggalakkan kampanye peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN). Sekretaris Jenderal Kementrian Perindustrian Agus Tjahyana menyatakan potensi penggunaan produk dalam negeri di lingkungan pemerintah dan BUMN mencapai triliunan rupiah.
"Kontribusi konsumsi pemerintah dan belanja barang dan modal terus naik dari tahun ke tahun. BUMN juga besar belanja modal dan operasionalnya. Ini merupakan potensi P3DN," kata Agus saat acara 'Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri', di kantor Kementrian Perindustrian, Jakarta, Selasa ( 9/2/2010 ).
Agus menuturkan kontribusi pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB terus meningkat, dari tahun 2008 yang mencapai 8,4 persen naik menjadi 9,5 persen tahun 2009 .
Pertumbuhan konsumsi pemerintah tahun 2009 naik 12,9 persen dibanding tahun 2008. Pada tahun 2010 diproyeksikan tumbuh 9,3 persen. Kontribusi belanja barang dan modal pemerintah terhadap Belanja Pemerintah Pusat atau BPP juga naik dari 18,6 persen tahun 2008 menjadi 23 persen tahun 2009. Total belanja barang dan belanja modal pada APBN 2009 naik sebesar 23,4 persen dari Rp 128,7 triliun tahun 2008 menjadi Rp 158,8 triliun tahun 2009.
Adapun di APBN 2010 diproyeksikan pertumbuhan belanja barang dan modal naik 19,2 persen menjadi 189 ,2 triliun.
Di sisi lain, Agus juga menyebut perputaran ekonomi BUMN memberikan pengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, belanja modal atau capex dan operasional atau opex 63 BUMN strategis tahun 2009 mencapai Rp 950,78 triliun atau hampir sama dengan 95 persen dari total APBN tahun 2009 sebesar Rp 1.000,8 triliun.
"Belanja modal 63 BUMN tahun 2009 mencapai Rp 143 ,93 triliun naik 21,74 persen dibanding tahun 2008 yang besarnya Rp 120 ,68 triliun," tandasnya.
