JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom yang juga kapitalis dunia kelahiran Budapest, Hongaria, George Soros, secara tidak langsung menyatakan kurang menyetujui cara-cara pemberian dana talangan (bail out) terhadap perbankan.
Yang harus dilakukan adalah perbaikan regulasi perbankan dan perekonomian agar mampu bertahan dengan pengaruh krisis keuangan.
Namun, seperti apa perbaikan regulasi perbankan yang dimaksud, saat ditanya pers seusai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (10/2/2010), Soros tidak merincinya.
"Bail out akan menimbulkan persoalan besar dalam sistem finansial. Bail out tidak perlu dilakukan jika regulasi perbankan baik. Sebab, rentan terhadap ekonomi," tandas Soros yang datang sebagai Pendiri dan Ketua Open Society Institute serta penyandang dana Yayasan Tifa.
Soros mengaku tidak secara khusus menjawab pertanyaan soal bail out Bank Century, tetapi secara umum dikaitkan dengan sistem finansial global.
Saat ditanya komentarnya soal bail out Bank Century, Soros tampak bingung dan tampak tidak tahu.
Ia kemudian mendapatkan penjelasan dari Juru Bicara Wapres, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa, Yopie Hidayat.
Sementara itu, menurut Yopie, Boediono dan Soros banyak berdiskusi soal perekonomian dunia dan keuangan serta peluang investasi di Indonesia yang kini terbuka lebar.
"Pak Boediono juga banyak memberikan masukan soal demokrasi yang bisa dikembangkan di Indonesia melalui Yayasan Tifa," kata Yopie.


