BRUSSELS, KMPAS.com - Para menteri Eropa semakin keras terhadap Yunani. Mereka hanya memberikan waktu selama satu bulan bagi Pemerintah Yunani untuk memperlihatkan bahwa Yunani benar-benar berniat mengurangi defisit anggarannya. Tindakan Yunani itu diperlukan untuk memperbaiki kepercayaan di pasar finansial serta mencegah krisis utang di Yunani merambat ke negara lain. Demikian antara lain wacana yang mengemuka di Brussels, Belgia, Selasa (16/2/2010).
Sementara itu di Athena, para pegawai Kantor Pajak dan Kementerian Keuangan Yunani mogok kerja. Mereka menolak rencana pemerintah mengetatkan ikat pinggang dalam mengatasi impitan utang negerinya.
Salah satu pejabat tinggi bidang ekonomi Uni Eropa mengatakan akan membuktikan bahwa Yunani menggunakan transaksi keuangan yang sangat rumit untuk menyembunyikan utangnya selama bertahun-tahun.
Para menteri keuangan dari 27 negara itu mengatakan, Yunani harus membuktikan pada 16 Maret bahwa mereka tetap berpegang pada rencana memangkas defisit anggarannya, dari 12,7 persen saat ini menjadi 4 persen dari pendapatan domestik brutonya. Selain itu, Yunani akan membawa defisitnya terus turun menjadi 3 persen, level defisit yang diperkenankan di negara anggota Uni Eropa.
Walau pekerja dari kementeriannya mogok, Menteri Keuangan Yunani George Papaconstantinou mengatakan di Brussels bahwa negaranya sudah siap dengan rencana pengurangan defisit tersebut. ”Pelaksanaan penurunan defisit anggaran Yunani berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, pada pekan lalu, para pemimpin Uni Eropa berjanji akan membantu Yunani dan jika diperlukan akan menjadi pelindung demi mencapai stabilitas di kawasan euro. Akan tetapi, hingga kini masih belum jelas bagaimana dana talangan itu akan diberikan dan bagaimana prosedurnya. Perundangan di Uni Eropa melarang adanya talangan langsung.
Sejauh ini Pemerintah Yunani menyatakan tidak meminta dana talangan dan tidak memerlukannya. Komisaris Ekonomi UE Olli Rehn mengatakan, Uni Eropa dapat membantu Yunani mengatasi masalah dalam masa sulit jika Yunani juga dapat membantu dirinya sendiri dengan langkah-langkah yang cukup sulit.
Pengaruhi ekspor
Aksi mogok pekerja pajak dan keuangan ini direncanakan selama tiga hari. Pemogokan itu akan memengaruhi kegiatan impor dan ekspor. Kegiatan yang dilakukan hanyalah yang dianggap penting, berkaitan dengan barang yang mudah busuk dan obat-obatan misalnya. Aksi tersebut juga dapat memengaruhi pasokan bahan bakar ke Yunani.
Pegawai Kementerian Keuangan Bidang Statistik, yang dituduh Uni Eropa membantu krisis dengan menyediakan data ekonomi palsu, mogok selama empat jam. Langkah penghematan anggaran yang akan dilakukan pemerintah termasuk memangkas gaji pegawai.(AP/Reuters/joe)

