SURABAYA, KOMPAS.com- Sampai dengan Desember 2009, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim mencatat besarnya volume usaha dari sektor koperasi Rp 15 triliun. Jumlah itu memberikan kontribusi yang cukup besar, yakni sekitar 53,4 persen dari total seluruh volume usaha di Jatim.
"Penigkatan volume usaha di Jatim ini cukup signifikan. Indikasinya yakni dari meningkatnya jumlah koperasi di Jatim sejak awal hingga akhir 2009," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Braman Setyo di Surabaya, Rabu (17/2/2010).
Ia menuturkan, pada awal 2009 volume lembaga perkoperasian di Jatim ada 19.114 unit, sementara total aset koperasi per April 2009 tercatat Rp 11,9 triliun dengan volume usaha Rp 5,3 triliun. Namun, sampai dengan akhir 2009 jumlah koperasi di Jatim tercatat sebanyak 19.405 unit.
Tahun ini pihaknya juga akan menambah jumlah koperasi wanita (kopwan) di Jatim sebanyak 4.250 unit. Jika sebelumnya terdapat 3.750, pada 2010 total kopwan akan mencapai 8.500 unit yang tersebar di seluruh desa atau kelurahan di Jatim.
Dengan akan ditambahkannya kopwan di Jatim, Braman optimistis upaya itu mampu mereduksi perkembangan bank thithil (rentenir). "Jika tahun 2009 volume usaha capai Rp 15 triliun, saya yakin dengan ditambahkannya kopwan tahun ini bisa tingkatkan volume usaha Jatim lebih tinggi lagi," pungkasnya.

