Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 05:53 WIB
Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Meningkat Bersamaan
Ratih P Sudarsono | jimbon | Selasa, 23 Februari 2010 | 19:12 WIB
|
Share:

BOGOR, KOMPAS.com - Walaupun pertumbuhan ekonomi Kota Bogor mengalami kenaikan, namun pertumbuhan pengguran juga meningkat. Sebab, kenaikan investasi sepanjang 2009 tidak serta merta meningkatkan lapangan pekerjaan. ACFTA pun dapat menjadi faktor mempertinggi tingkat penganguran tersebut.  

 

"Menguatnya indikator makro pembangunan di Kota Bogor belum diikuti dengan penurunan angka pengangguran," kata Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan pada pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor periode 2009 2014, Selasa (23/2/2010).  

 

Menurut Bamang, total investasi yang masuk pada tahun 2009 mencapai Rp 869,51 miliar atau naik Rp 1.09 miliar dari investasi tahun 2008. Inflasi dapat ditekan dari 14,2 persen menjadi 6 persen.  

 

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 mencapai 6,02 persen, yang artinya naik dibanding tahun 2008 yang 5,98 persen. Namun, angka penanguran masih berada di kisaran 15 persen, padahal tahun 2008 pada 13,64 persen.  

 

Bambang khawatir angka pengguran akan semakin naik di tahun ini. Sebab, selain pertumbuhan lapangan pekerjaaan berbanding terbalik dengan pertumbuhan tenga kerja baru, juga ada faktor lain yang dapat memperburuk kondisi tersebut.

Faktor tersebut adalah berlakuknya perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dengan China (ACFTA). Diberlakukannya ACFTA mulai Januari 2010 ini adalah tantangan.

"Ini tidak mudah buat kami, sebab daya saing produk lokal di sini masih tertinggal dengan produk-produk China. Pasar domestik di sini akan menjadi sasaran empuk produk China, yang harganya lebih murah dibanding produk lokal," katanya.  

 

"Berkaitan dengan itu Sekretaris Daerah Kota Bogor itu meminta agar Kadin mau bersinergi dengan Pemkot Bogor dalam upaya menurunkan angka pengangguran tersebut. Kita harus bersama-sama merancang berbagai langkah untuk meningkatkan daya saing industri lokal," katanya.  

 

Mengenai kepengurusan Kadin Kota Bogor Periode 2009 2010 tetap dipercayakan kepada Radjab Tampubolon dengan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin-nya dipegang Safei Bratasendjaja. Ketua Dewan kepengurusan dan dewasan pertimbangan bersama jajaranya dilantik oleh Ketua Dewan Harian Kadin Jawa Barat Agung Surya Sutisna di Bogor.