JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi kisruh koalisi yang marak akhir-akhir ini, Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, Partai Demokrat sebenarnya menghendaki agar partai koalisi pemerintahan tetap seiring sejalan hingga menyelesaikan masa tugas lima tahun.
Namun, jika memang say goodbye harus dilakukan di tengah jalan, hal itu tak perlu ditahan-tahan pula.
"Kalau Demokrat lebih suka koalisi tetap utuh dan bersatu, tapi dilandasi konsistensi sikap berkoalisi. Namun, reshuffle itu halal, perceraian halal tapi bukan yang dianjurkan. Tapi kami lebih suka koalisi tetap utuh bersatu, tetap menjalankan sistem-sistem koalisi," ujarnya di ruang Pansus, Kamis (25/2/2010).
Karena itu, setiap anggota koalisi, lanjutnya, hendaknya menghormati prinsip-prinsip koalisi. Jangan berkoalisi atas kepentingan partai, tetapi masa depan pemerintahan dari koalisi ini.
Menurutnya, persoalan koalisi adalah urusan yang besar. Anas meminta jangan hanya disimpulkan dari sekadar penyikapan partai terhadap satu kasus.
"Ya (perbedaan) pandangan itu harus dihargai dan didengarkan orang lain. Golkar dan PKS tentu tidak wajar. Lebih elok untuk hal-hal penting dan strategis harusnya mirip-mirip atau sama," katanya.

