Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 05:59 WIB
Telkomsel Jual Menara 1 Miliar Dollar AS
| Edj | Senin, 1 Maret 2010 | 15:48 WIB
|
Share:

TELKOMSEL
Petugas Telkomsel sedang mengoperasikan Base Transceiver Station ramah lingkungan (BTS Go Green) yang memanfaatkan tenaga matahari (solar cell) di Pulau Senayang, Kepulauan Riau.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Telkomsel, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan mengalihkan atau mendivestasi kepemilikan aset berupa menara kepada induknya. PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), sebagai anak usaha TLKM yang lain, nantinya akan mengelola aset itu.

Sumber Kontan menuturkan, saat ini TLKM masih mendiskusikan divestasi aset ini dengan manajemen Telkomsel dan PT Singapore Telecommunications (SingTel). Maklum, SingTel adalah pemilik 35 persen saham Telkomsel.

"Nilai total penjualannya juga bisa sangat besar, bisa mencapai 1 miliar dollar AS," tegas sumber Kontan. Dari angka tersebut, SingTel bisa mengantongi dana segar hingga 350 juta dollar AS.

Vice President Corporate Account Management Telkomsel Aulia E Marinto mengaku, pihaknya masih mengkaji rencana ini bersama TLKM dan SingTel. "Jadi, belum bisa diungkapkan, mekanismenya saja belum tahu," katanya, akhir pekan lalu.

Menurut Aulia, Telkomsel juga tengah mengkaji menara mana saja yang nantinya akan dikelola oleh Mitratel. Pasalnya, Telkomsel saat ini menguasai sekitar 30.000 menara. Padahal, menurut Aulia, tidak semua menara akan mereka alihkan ke induknya.

Bila melongok bisnis penyewaan menara Telkomsel, angkanya sungguh menggiurkan. Jika satu menara disewa oleh empat operator, keuntungan yang diperoleh Telkomsel bisa lebih dari Rp 2 miliar per bulan. Wajar saja jika pengalihan aset ini melibatkan dana yang sangat besar.

Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication TLKM, juga tidak membantah kabar ini. "Saat ini memang ada dalam kajian internal agar Mitratel mengelola menara milik Telkomsel," katanya, Rabu (24/2/2010). Namun, ia menegaskan belum menetapkan model bisnis seperti apa yang disepakati karena masih dalam proses pembicaraan.

Sayang, Eddy tidak bisa memastikan kapan pembicaraan ini akan selesai. Sebab, hal ini melibatkan kepentingan SingTel selaku pemegang saham Telkomsel.

Asal tahu saja, rencana pengelolaan menara milik Telkomsel kepada Mitratel mengemuka sejak muncul regulasi tentang menara bersama. Dalam regulasi tersebut, asing tidak diperkenankan memiliki bisnis menara.

Edwin Sinaga, Direktur PT Financorpindo Nusa, mengatakan, pengalihan aset ini tentunya akan sangat menguntungkan TLKM.

Sebab, keuntungan hasil penyewaan akan dinikmati seutuhnya tanpa harus membaginya dengan pemegang saham lainnya, terlebih asing. "Bisnis menara pada tahun-tahun mendatang akan sangat menguntungkan," pungkasnya. (Kontan/Abdul Wahid Fauzi)