Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 05:59 WIB
Durian Dugol Memang Unggul
Dahlia Irawati | primus | Senin, 1 Maret 2010 | 18:39 WIB
|
Share:

Sriwijaya Post/Sudarwan
Ilustrasi

TERKAIT:

MALANG, KOMPAS - Durian dugol (durian gogolatar blitar) memiliki kelebihan dibandingkan dengan jenis durian pada umumnya. Itu sebabnya ia dinobatkan sebagai raja dari king of fruits se-Jawa Timur pada Festival Durian se-Jatim 2010, Senin ( 1/3/2010) di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur di Malang.

Kelebihan durian dugol antara lain memenuhi edibel portion (persentase daging buah yang bisa dimakan lebih besar dibandingkan yang tidak bisa dimakan) , warna daging buah cerah menarik, tekstur buahnya punel atau halus, dan rasanya seimbang antara pahit dan manis.

Pohon durian Dugol milik Supriyanto, warga Desa Kaweron, Talun, Blitar ini berasal dari pohon berusia 23 tahun. Pohon itu merupakan warisan keluarganya.

Ada tujuh pohon durian milik Supriyanto yang sudah berusia 23 tahun. Sementara pohon sejenis yang berusia 7 tahun ada tiga pohon.

Durian itu merupakan hasil okulasi dari durian asal Srengat Blitar, dan kemudian di tanam di daerah Gogolatar, Blitar. Sementara pohon induk ini, saat ini telah sirna karena ditebang.

Berdasar penilaian tujuh anggota tim dewan juri, durian Dugol dianggap paling memenuhi keseluruhan kriteria sebagai durian berkualitas. "Durian tidak hanya dilihat dari fisiknya, namun juga rasa dan sejumlah kriteria lainnya," tutur Saiful Hosni, ketua panitia Festival Durian se-Jawa Timur 2010.

Tentu orang tidak membeli durian hanya untuk mendapatkan daging buah yang tipis sementara pongge (isi buah durian)-nya besar bukan? Mengenai rasa pahit atau manis dari durian, itu masalah selera. Ada yang suka durian manis dan ada yang senang pahit.

Selain durian dugol, durian pemenang kedua adalah durian asal Dukuh Watulimo Trengaglek. Dan pemenang ketiga adalah durian asal Desa Ngadirejo, Ngantang, Malang. (DIA)