Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:00 WIB
Banjir Tak Pengaruhi Stok Pangan
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Rabu, 3 Maret 2010 | 13:15 WIB
|
Share:
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Petani menanam padi pada musim taman rendeng (tanam padi pada musim hujan) di kawasan Desa Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu (6/1/2010). Dalam setahun petani melakukan dua kali masa tanam yaitu masa tanam rendeng dan gadu. Namun persoalan yang sering dihadapi adalah kebanjiran pada masa tanam rendeng dan kekeringan di musim tanam gadu.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, banjir yang sering terjadi di Indonesia tidak akan berdampak pada stok pangan nasional. 

Menurut dia, berdasarkan pantauan dua minggu lalu, kerusakan akibat banjir beberapa waktu ini hanya 15 persen dibandingkan total kerusakan rata-rata banjir lima tahun. ”Kerusakannya kecil sekali,” ujar Bayu di Kantor Menko Perekonomian, Rabu (3/3/2010). Namun, Bayu tidak menyebut secara rinci total kerusakan lahan pertanian akibat banjir itu. 

Dia menegaskan, luasan lahan yang rusak akibat banjir dan bencana yang terjadi akhir-akhir ini tidak akan begitu parah. ”Banjir kan memang selalu ada meski BMKG memperkirakan masih berlangsung, tapi panen Maret tetap tidak akan terpengaruh,” kata Bayu.

Kementerian Pertanian memperkirakan, panen raya bulan ini akan bisa memproduksi 10 juta ton gabah yang dihasilkan dari luas lahan panen sekitar 2,2 juta hektar. ”Asumsinya per hektar produksi 5 ton,” katanya.