Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:04 WIB
Semester II
BI Rate Bisa 7,5 Persen
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Jumat, 5 Maret 2010 | 14:32 WIB
|
Share:

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Deretan mesin produksi konfeksi bantuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Solo untuk kelompok usaha bersama (KUB) konfeksi di Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/12). Selain mesin konfeksi, bantuan juga diberikan kepada KUB batik dan KUB makanan olahan. Usaha kecil menengah mengharapkan bantuan permodalan karena akses ke perbankan sulit.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate masih berpeluang naik pada semester II tahun ini antara 50 dan 100 basis poin atau mencapai 7,5 persen. Demikian disampaikan ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, di  Jakarta, Jumat (5/3/2010). 

”Kami perkirakan baru akan pada semester kedua naik dari 6,5 persen ke 7,5 persen, tapi itu sesuai ekspektasi pasar. Sesuai ekpektasi BI Rate akan naik 50-100 bps pada tahun ini,” ujarnya.

Menurut dia, kenaikan BI Rate menjadi 7,5 persen pada semester kedua nanti akan dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia yang terus naik sehingga berpengaruh terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Hal ini memicu inflasi dan mendorong BI Rate.

Meski BI Rate diperkirakan naik, suku bunga perbankan diprediksi justru akan menurun secara perlahan. Penurunan suku bunga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang semakin membaik dengan angka pertumbuhan ekonomi cukup tinggi.

Di sisi lain, longgarnya masalah likuiditas serta semakin menurunnya imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) dari kisaran 16 atau 17 persen pada 2008 menjadi hanya 8 persen juga turut mendorong penurunan suku bunga perbankan. ”Jadi, dengan turun imbal hasil SUN, suku bunga juga akan ikut turun,” katanya.