Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonom: Sepanjang Sejarah, Ekonomi Jarang Terganggu Politik

Kompas.com - 05/03/2010, 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Riset Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa memanasnya suhu politik selama beberapa hari terakhir ini takkan memengaruhi kondisi perekonomian. Purbaya mencatat, sepanjang sejarah kepemimpinan pemerintahan di Indonesia, karut-marutnya kondisi politik tidak pernah menyeret perekonomian.

"Sri Mulyani dan Boediono diganti, ini keadaan buruk. Tetapi bukan berarti ekonomi hancur. Dalam sejarah Indonesia selama berapa puluh tahun terakhir, jarang sekali politik ganggu ekonomi. Yang ada ekonomi ganggu politik," kata Purbaya, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Purbaya yang juga sebagai Staf Ahli Menko Perekonomian merinci, mantan Presiden Soeharto lengser karena krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997-1998. Saat itu, ekonomi terpuruk sehingga masyarakat menjadi gelisah dan suhu politik memanas. "Waktu itu orang kuat jatuh," cetusnya.

Kemudian, kepemimpinan mantan Presiden Abdurahman Wahid juga jatuh saat perekonomian tengah tidak menentu. Saat itu, perekonomian Indonesia terimbas oleh resesi Amerika sehingga baru pulih pada 2002.

Saat mantan Presiden Megawati berkuasa, perekonomian dinilai cukup stabil. Namun, pertumbuhannya masih di bawah rata-rata di kisaran 4 atau 5 persen. "Itu masih ada ruang menggoyang. Tetapi sekarang (zaman SBY), pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa tumbuh 7 persen, jadi tidak bisa digoyang. Rasanya sih faktor politik impact-nya susah. Masyarakat kan selama perutnya kenyang susah turun ke jalan," tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Simak 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Pasutri LDM

Simak 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Pasutri LDM

Earn Smart
Luhut Bilang, Elon Musk Besok Pagi Datang ke Bali, Lalu Ketemu Jokowi

Luhut Bilang, Elon Musk Besok Pagi Datang ke Bali, Lalu Ketemu Jokowi

Whats New
Sandiaga Soroti Pengerukan Tebing di Uluwatu untuk Resort, Minta Alam Jangan Dirusak

Sandiaga Soroti Pengerukan Tebing di Uluwatu untuk Resort, Minta Alam Jangan Dirusak

Whats New
Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM Bank Jateng

Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM Bank Jateng

Whats New
Toko Marine Hadirkan Platform untuk Tingkatkan 'Employee Benefit'

Toko Marine Hadirkan Platform untuk Tingkatkan "Employee Benefit"

Whats New
Cara Cetak Rekening Koran BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri via Online

Cara Cetak Rekening Koran BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri via Online

Spend Smart
Daftar UMK Kota Surabaya 2024 dan 37 Daerah Lain di Jawa Timur

Daftar UMK Kota Surabaya 2024 dan 37 Daerah Lain di Jawa Timur

Whats New
Menhub Pastikan Bandara Juanda Surabaya Siap Layani Penerbangan Haji 2024

Menhub Pastikan Bandara Juanda Surabaya Siap Layani Penerbangan Haji 2024

Whats New
Kian Menguat, Harga Bitcoin Kembali Tembus 67.000 Dollar AS per Keping

Kian Menguat, Harga Bitcoin Kembali Tembus 67.000 Dollar AS per Keping

Whats New
Sri Mulyani: Barang Non Komersial Tak Akan Diatur Lagi dalam Permendag

Sri Mulyani: Barang Non Komersial Tak Akan Diatur Lagi dalam Permendag

Whats New
Lebih Murah dari Saham, Indodax Sebut Banyak Generasi Muda Pilih Investasi Kripto

Lebih Murah dari Saham, Indodax Sebut Banyak Generasi Muda Pilih Investasi Kripto

Earn Smart
Jokowi Minta Bea Cukai dan Petugas Pelabuhan Kerja 24 Jam Pastikan Arus Keluar 17.304 Kontainer Lancar

Jokowi Minta Bea Cukai dan Petugas Pelabuhan Kerja 24 Jam Pastikan Arus Keluar 17.304 Kontainer Lancar

Whats New
Dukung Ekonomi Hijau, Karyawan Blibli Tiket Kumpulkan 391,96 Kg Limbah Fesyen

Dukung Ekonomi Hijau, Karyawan Blibli Tiket Kumpulkan 391,96 Kg Limbah Fesyen

Whats New
Relaksasi Aturan Impor, Sri Mulyani: 13 Kontainer Barang Bisa Keluar Pelabuhan Tanjung Priok Hari Ini

Relaksasi Aturan Impor, Sri Mulyani: 13 Kontainer Barang Bisa Keluar Pelabuhan Tanjung Priok Hari Ini

Whats New
Produsen Refraktori BATR Bakal IPO, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Produsen Refraktori BATR Bakal IPO, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com