JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (8/3/2010) sore menembus angka Rp 9.200 per dollar AS, karena pelaku pasar berlanjut memburu rupiah yang terpicu oleh membaiknya saham-saham AS dan meningkatkan arus modal asing ke pasar obligasi.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik menjadi Rp 9.170-Rp 9.180 per dollar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp 9.230-Rp 9.240 atau naik 60 poin.
Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Senin mengatakan, peluang rupiah untuk naik masih tetap tinggi, karena itu mata uang Indonesia pada hari berikut diperkirakan akan dapat menyentuh angka Rp 9.100 per dollar AS. "Kami optimistis pasar masih akan membeli rupiah karena sentimen pasar masih tetap tinggi, apalagi didukung oleh rally saham-saham AS yang menguat akibat data tenaga kerja AS yang membaik," katanya.
Menurut dia, pelaku asing cukup optimistis bahwa pemerintah akan dapat menyelesaikan masalah dana talangan Bank Century yang diperkirakan akan dibawah ke ranah hukum. "Apabila persoalan itu dapat diselesaikan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan tumbuh lebih baik, karena pelaku asing, dan domestik akan semakin aktif menginvestasikan dananya, karena stabilitas pasar, keamanan dan kenyaman makin terjamin," ucapnya.
Indonesia, lanjut dia dinilai masih merupakan pasar yang dapat memberikan keuntungan lebih baik dari pasar lainnya di Asia, karena suku bunga acuan masih 6,5 persen didukung pula oleh indikator ekonomi makro Indonesia yang makin membaik. "Apalagi perolehan negara dari Surat Utang Negara (SUN) dalam beberapa hari terakhir meningkat, menunjukkan minat pelaku asing terhadap obligasi pemerintah makin tinggi," katanya.
Karena itu, menurut dia, kenaikan rupiah diperkirakan akan berlanjut hingga mata uang Indonesia akan dapat mencapai angka Rp 9.100 per dollar AS meliwati angka yang pernah dicapai pada Rp 9.165 per dollar AS. "Kami optimis rupiah akan dapat mencapai angka Rp 9.100 per dollar AS, karena permintaan terhadap rupiah masih tetap tinggi," ucapnya.
Pasar uang dan pasar saham mengalami kenaikan cukup baik, indeks BEI bahkan meliwati angka 2.600 poin, karena kepercayaan investor makin kuat. "Apabila kondisi seperti ini berlanjut, maka rupiah dan indeks akan semakin menguat hingga diluar perkiraan sebelumnya," tuturnya.

