JAKARTA, KOMPAS.com — Kalangan pengusaha meminta agar pemerintah mengajak ”berembuk” sejumlah asosiasi pengusaha guna membahas rencana kenaikan tarif dasar listrik atau TDL pada Juli tahun ini.
”Saya harapkan pemerintah bicara dengan asosiasi. Dengan kami atau Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), atau asosiasi lainnya. Ini kenaikan listrik bagaimana struktur tarifnya,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Selama ini sikap pemerintah selalu berubah-ubah soal rencana kenaikan listrik. Rencana itu sebenarnya sudah muncul sejak akhir tahun lalu. Namun, berulang kali pemerintah menunda rencana kenaikan listrik pada tahun ini dengan berbagai alasan.
Kenaikan itu dilakukan karena sejak 2003 TDL belum mengalami kenaikan. Awalnya, pemerintah berencana untuk menaikkan TDL rata-rata secara keseluruhan untuk semua golongan dengan mempertimbangkan pelanggan golongan rendah.
Februari kemarin, rencana ini ditunda karena pemerintah menaikkan alokasi anggaran subsidi. Namun, sebulan kemudian, kebijakan berubah lagi. Meski alokasi anggaran subsidi listrik bertambah Rp 16,7 triliun dalam APBN-Perubahan 2010, pemerintah tetap berencana menaikkan tarif listrik 15 persen pada Juli tahun ini. Rencana ini akan diusulkan kepada DPR.
”Ini pemerintah sebentar bilang jadi naik, sebentar enggak jadi. Kemarin enggak jadi karena katanya ditolak DPR, terus tahu-tahu sekarang mau menaikkan untuk semua golongan. Kami pusing ini,” kata Sofjan Wanandi.
Sofjan mengatakan, kini para pelaku usaha tengah ”ancang-ancang” untuk menaikkan harga produknya menyusul kenaikan TDL. Saat ini, pelaku usaha tengah menghitung ulang beban usaha yang dibutuhkan dengan adanya kenaikan listrik itu.
”Ini asosiasi sudah mulai menghitung ulang semua beban perusahaan dan pasti akan menaikkan harga produknya,” kata Sofjan Wanandi.

