JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (9/3/2010) sore, masih tetap melemah karena pelaku pasar terus melepas mata uang Indonesia.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun menjadi Rp 9.200-Rp 9.215 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.165-Rp 9.175 atau turun 35 poin.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga di Jakarta, Selasa. mengatakan, pelaku pasar merealisasikan keuntungan dengan melepas rupiah setelah mata uang Indonesia mengalami kenaikan cukup tajam. "Kami lihat pasar uang domestik didominasi aksi lepas mata uang Indonesia," katanya.
Menurut dia, rupiah sempat mencapai angka Rp 9.165 per dollar AS dan diperkirakan akan dapat mencapai angka Rp 9.100 per dollar AS, namun untuk menuju kesana rupanya tidaklah mudah. "Akibat aksi lepas itu, rupiah kembali terpuruk hingga mencapai Rp 9.200 per dollar," ujarnya.
Edwin Sinaga yang juga Dirut PT Finan Corpindo Nusa mengatakan, rupiah saat ini terpuruk, namun peluang untuk naik masih tetap besar karena didukung oleh indikator ekonomi makro Indonesia. "Selain itu, kepercayaan investor asing yang semakin baik yang terihat dengan aktif mereka membeli Surat Utang Negara (SUN)," ujarnya.
Bahkan kasus Bank Century, yang menurut dia membahas masalah dana talangan cenderung tidak berpengaruh terhadap pasar uang karena mata uang itu bahkan menguat. "Kami optimistis rupiah masih diminati pelaku asing yang akan bermain di pasar saham dengan menukarkan dolarnya ke rupiah, sehingga pergerakan akan kembali membaik," ucapnya.
Pelaku asing, menurut dia, masih tetap membeli SUN yang memberikan sentimen positif pasar. Karena itu, peluang untuk naik masih ada. "Rupiah pada hari mendatang kemungkinan akan kembali naik di bawah angka Rp 9.200 per dollar AS, asalkan saham-saham AS menguat dan diikuti bursa regional dan memburuknya dollar AS di pasar regional," katanya.

