Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 23:05 WIB
Wall Street Berakhir Hijau
| Edj | Kamis, 11 Maret 2010 | 08:13 WIB
|
Share:

(AP/Mark Lennihan)

NEW YORK, KOMPSA.com - Saham-saham Wall Street berakhir di zona hijau pada Rabu (10/3/2010) waktu setempat (Kamis pagi WIB), setelah data pemerintah menunjukkan penurunan persediaan grosir dan meningkatnya penjualan, mengangkat harapan pemulihan ekonomi dan peningkatan di pasar pekerjaan.

Dow Jones Industrial Average sedikit naik 2,95 poin (0,03 persen) menjadi berakhir pada 10.567,33 setelah membukukan keuntungan moderat sehari sebelumnya di peringatan satu tahun awal pasar "rebound" dari terendah tahun lalu.

Indeks Komposit Nasdaq naik 18,27 poin (0,78 persen) menjadi 2.358,95 sementara pasar luas indeks Standard & Poor’s 500 naik 5,17 poin (0,45 persen) menjadi 1.145,61.

Analis mengatakan pasar mendapat dorongan dari sebuah laporan pemerintah yang menunjukkan  persediaan grosir tak terduga jatuh 0,2 persen pada Januari. Analis menduga persediaan naik 0,2 persen.

Laporan juga mengatakan bahwa penjualan oleh pedagang besar AS di bulan pertama 2010 naik 1,3 persen ke penyesuaian musiman 346,7 miliar dollar AS. "Penjualan meningkat selama sembilan bulan berturut-turut, mengingat tingkat perampingan dari persediaan, laporan menunjukkan bahwa produsen dapat dipaksa meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan, yang bisa pertanda baik untuk melanjutkan perbaikan dalam manufaktur dan prospek lapangan kerja," para analis Charles Scwab & Co mengatakan dalam sebuah catatan klien.
 
Wall Street pada  Selasa menandai ulang tahun pasar saham terendah 12 tahun yang terjadi pada 9 Maret 2009, di tengah krisis keuangan yang berasal dari kehancuran kredit perumahan. Sejak itu,  indeks blue-chip Dow telah meningkat lebih dari 60 persen.

Pasar bertahan dengan baik sejak Dow bergerak naik di atas level 10.500 pada Jumat, kata Bob Dickey, analis teknikal di RBC Wealth Management.  "Daftar saham-saham yang lebih luas telah berkinerja lebih baik daripada indeks, yang merupakan indikasi bullish," katanya.

"Sejak pasar lesu  dari setahun yang lalu, semua dari sektor-sektor  S&P naik signifikan, yang merupakan tipikal aksi pasar bullish."

Sumber :
ANT, AFP