JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan prestasi gemilang. Pada penutupan perdagangan Kamis (11/3), IHSG mencetak rekor tertinggi sejak November 2008 setelah naik 0,24 persen ke level 2.676,52.
Motor penggerak indeks kali ini adalah saham perbankan, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 2,67 persen menjadi Rp 4.775 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 0,97 persen menjadi Rp 5.200.
Pembukaan suspend saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) pada sesi kedua perdagangan hari ini juga membuat saham emiten Grup Bhakti ini langsung melambung 22,86 persen menjadi Rp 870. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga naik 1,25 persen menjadi Rp 3.975.
Sementara itu, aksi ambil untung membuat saham-saham yang kemarin naik terperosok ke jajaran saham top losers. Sebut saja saham PT Astra International Tbk (ASII) yang melorot 0,88 persen menjadi Rp 39.650, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) tergelincir 1,96 persen menjadi Rp 4.975, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) anjlok 2,2 persen menjadi Rp 24.450. Hal yang sama terlihat pada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang anjlok 4,76 persen menjadi Rp 12.550 dan PT International Nickel Tbk (INCO) yang melorot 1,85 persen menjadi Rp 3.975.
Total nilai transaksi hari ini tercatat sebesar Rp 3,75 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 5,39 miliar saham. (Hari Widowati/Kontan)


