Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 08:13 WIB
Terkoreksi, Rupiah Masih di Bawah 9.200
| Edj | Kamis, 11 Maret 2010 | 16:19 WIB
|
Share:

Kompas/Riza Fathoni
Karyawan di penukaran valuta asing di Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta, menghitung lembaran uang dollar AS, Kamis (15/10).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (11/3/2010) sore, turun 20 poin menjadi Rp 9.185-Rp 9.195 per dollar AS karena pelaku pasar melepas mata uang Indonesia.
     
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Kamis, mengatakan, koreksi harga terhadap rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena sentimen positif dari eksternal masih berlanjut.

:Membaiknya saham-saham di AS, terutama disebabkan faktor positif dari eksternal, setelah data pemerintah menunjukkan penurunan persediaan grosir dan meningkatnya penjualan, mengangkat harapan pemulihan ekonomi dan peningkatan di pasar tenaga kerja," katanya.
     
Pelaku pasar, menurut dia, sebenarnya ingin membeli rupiah ketimbang melepas, menyusul membaiknya bursa Wall Street semalam. "Namun pelaku lebih cenderung melepas, setelah mata uang Indonesia mengalami kenaikan yang cukup tinggi dalam beberapa hari," katanya.
     
Menurut dia, membaiknya ekspor Indonesia dan masuknya dana asing yang lebih besar ke pasar domestik juga merupakan faktor positif pasar untuk memicu pelaku membeli rupiah. "Karena itu peluang rupiah untuk menguat pada hari berikut kemungkinan masih cukup besar," ucapnya.
     
Rupiah, lanjut dia, apabila tidak ada hambatan, maka akan dapat bergerak naik hingga mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS. "Namun posisi rupiah saat ini dinilai sangat bagus dimana sebelumnya sempat mendekati angka Rp 9.150 per dollar AS," ucapnya.
     
Edwin Sinaga yang juga Dirut Finan Corpindo Nusa mengatakan, rupiah memang agak melambat untuk naik lebih jauh agar dapat mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS, namun apabila kondisi seperti ini berlanjut kemungkinan mata uang Indonesia akan dapat ke arah sana.  "Kami optimistis momentum ke arah sana masih besar," ujarnya.

Sumber :
ANT