JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia kembali turut berpartisipasi pada Cairo International Fair (CIF) yang akan diselenggarakan pada 11-22 Maret 2010 di Cairo International Fair Ground, Kairo, Mesir.
Keikutsertaan Indonesia pada pameran CIF ke-43 ini berdasarkan besarnya minat konsumen dan masih terbukanya peluang pasar bagi produk-produk Indonesia di Mesir.
Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Kementerian Perdagangan kembali menjadi koordinator peserta Indonesia yang turut berpartisipasi pada ajang pameran tahunan terbesar di wilayah Timur Tengah ini. Pameran yang akan diselenggarakan selama 10 hari ini mengusung tema "Egypt: Enhance Integration for Development".
CIF merupakan pameran yang secara khusus ditujukan pada level business to business dan business to consumer antara perusahaan, wholesaler, dan supplier barang dan jasa.
Sama seperti tahun sebelumnya, CIF ke-43 diselenggarakan di atas area seluas 412.000 m2 dan diharapkan mampu menarik 4.080.728 pengunjung dari 47 negara, yaitu Algeria, Brasil, Bulgaria, RRT, Republik Cezna, India, Irak, Jordania, Kuwait, Kenya, Libya, Malaysia, Madagaskar, Mozambik, Palestina, Romania, Serbia, Sudan, Taiwan, Thailand, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, Indonesia, Zambia, Azerbaijan, Pakistan, Tanzania, Kongo, Ghana, Burkina Faso, Uganda, Togo, Djibouti, dan Nigeria.
Juga ada Italia, Perancis, Libanon, Belgia, Jepang, Senegal, Kanada, Rusia, Korea Selatan, Vietnam, serta Zimbabwe.
Mesir merupakan pintu masuk bagi produk-produk ekspor Indonesia ke wilayah sekitarnya. Saat ini, para pelaku bisnis Indonesia juga dapat memanfaatkan potensi kerja sama bidang industri, perdagangan, dan investasi yang terbuka dengan Mesir karena negara tersebut telah mengikat perjanjian Preferential Trade Agreement (PTA) dengan AS, negara-negara Eropa yang tergabung di European Free Trade Area (EFTA), Afrika, Timur Tengah, dan Turki.
Hubungan historis Mesir-Indonesia telah terbangun cukup lama dan hal ini terus dibina oleh pemerintah kedua negara, baik melalui kontak diplomatik maupun kerja sama di bidang ekonomi, khususnya perdagangan.
Mesir merupakan mitra dagang yang sangat penting bagi Indonesia. Pada tahun 2009, Mesir menempati urutan ke-25 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia dan ke-42 untuk asal impor nonmigas.
Neraca perdagangan nonmigas Indonesia-Mesir selama kurun waktu 2005-2009 mengalami peningkatan sebesar 23,83 persen.


