Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:21 WIB
Pemerintah Diminta Bentuk BUMN Pakan
Hermas Effendi Prabowo | made | Jumat, 12 Maret 2010 | 18:23 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Alumni Peternakan Institut Pertanian Bogor mengusulkan pada pemerintah untuk membentuk badan usaha milik negara yang khusus menangani produksi pakan dan bibit ternak. Ini untuk menyeimbangkan bisnis pakan dan bibit unggas di Indonesia.

Ketua Himpunan Alumni Peternakan IPB, Rifda Ammarina dalam konferensi pers seusai memberikan sambutan dalam Agrinex Internasional Expo 2010, Jumat (12/3/2010) di Jakarta mengungkapkan, usulan tertulis pembentukan BUMN pakan dan bibit sedang disiapkan.

Rifda menegaskan, selama para pemain besar di bidang perunggasan menguasai industri pakan, bibit, bahkan pemrosesan, industri perunggasan tidak akan memberikan manfaat setara bagi para pelakunya, terlebih peternak. "Yang terjadi tidak ada persaingan yang adil karena produsen besar bisa menjaga harga pakan dan bibit pada tingkat tertentu," katanya.

Rifda yang juga ketua penyelenggara Agrinex dalam kesempatan itu juga menyampaikan kekecewaannya pada perusahaan perunggasan multinasional yang tak kunjung mau bergabung dalam pameran untuk mencari soluasi bersama masalah perunggasan.

Dengan menjalankan kegiatan usaha yang adil, seharusnya harga jual pakan dan bibit unggas masih bisa ditekan lagi. Kenyataannya harga sulit turun. Produsen menjaga harga pada tingkat pada lecel tertentu dengan cara membatasi produksi pakan dan bibit.

"Dengan BUMN pakan dan bibit, pemerintah tidak perlu segan memberikan subsidi pakan dan bibit," katanya.