Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 15:04 WIB
Jaringan Bisnis China Menggurita
Hanya Dua Jam
| Edj | Senin, 15 Maret 2010 | 08:21 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Penjual memajang aneka mainan plastik asal China di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Selasa (9/3). Mengantisipasi risiko atas maraknya produk mainan dari China, pemerintah menyiapkan kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk mainan anak-anak di bawah 14 tahun.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Penguasaan pasar Indonesia oleh jaringan bisnis asal China sudah menggurita hingga ke tingkat konsumen akhir.

Distribusi barang impor asal China hanya memerlukan waktu sekitar dua jam, mulai dari bongkar muat di pelabuhan hingga diperdagangkan di pasar induk yang ada di Jakarta.

”Bayangkan saja kecepatan distribusi mereka (pedagang asal China). Sejak masuk Tanjung Priok dan bongkar barang pukul 7 pagi sudah tiba di pasar induk pukul 9. Jaringan mereka sangat canggih,” ujar Deputi Koordinasi Bidang Perdagangan dan Industri Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawadi di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Edy, informasi itu diketahui dari hasil pemantauan pemerintah, antara lain oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang sudah mengembangkan sistem peringatan untuk mengantisipasi dampak buruk Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN dan China.

”Pemerintah mengawasi 127 pelabuhan di seluruh Indonesia untuk melihat kemungkinan terjadinya pelanggaran kepabeanan,” ungkapnya.

Kelemahan industri Indonesia dalam menghadapi barang China terlihat dari besarnya aliran impor dari negara tersebut ke pasar dalam negeri.

Tingginya impor China menunjukkan bahwa sebenarnya tingkat permintaan di dalam negeri sangat besar. Namun, pelaku usaha dalam negeri tidak sanggup memenuhi permintaan itu. (OIN)

Lebih lengkap kunjungi Kompas

Sumber :
Kompas Cetak