Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:22 WIB
TDL Naik, Pengusaha Pasti Naikkan Harga
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Senin, 15 Maret 2010 | 14:34 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen diperkirakan bakal memengaruhi kenaikan harga jual makan an dan minuman. Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman dan Tembakau Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Thomas Dharmawan memproyeksikan kenaikan harga makan an ataupun minuman akan bervariasi. 

"Pasti pengusaha (makanan-minuman) akan menaikkan harga jual. Tetapi itu bervariasi, bisa 5 persen atau lebih," kata Thomas, kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (15/3/20010).

Thomas memaparkan komponen energi listrik untuk industri makan an dan minuman menempati porsi cost usaha rata-rata mencapai 2 hingga 3 persen. Porsi itu lebih besar untuk industri seperti es batu yang mencapai 80 persen ataupun untuk es krim mencapai 35 persen. Demikian juga untuk makan an daging, ayam ataupun sayur-sayuran yang membutuhkan listrik 24 jam untuk operasional lemari pendingin.

"Yang paling kena itu industri yang menggunakan listrik besar. Seperti industri yang harus menggunakan Freezer," jelasnya.

Meski demikian, dia memperkirakan kenaikan harga makan an dan minuman ini tidak akan terlalu besar. Pasalnya, saat ini para pengusaha juga harus dihadapkan oleh penerapan kebijakan perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) yang membuat produk China dengan harga murah semakin membanjiri Indonesia. Kondisi ini membuat pelaku industri semakin sulit untuk mempertahankan daya saingnya.

"Dengan adanya ACFTA itu kita semakin susah menaikkan harga jual. Kalau kita naik harga jualnya, nanti kalah saing sama produk impor," keluhnya.