Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:43 WIB
Pemerintah Akan Genjot Produksi Buah Premium
Ritel Lebih Senang Buah Lokal
| Edj | Selasa, 16 Maret 2010 | 11:28 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah berniat menggenjot produksi dan ketersediaan buah premium di Tanah Air. Selain konsumen bisa mendapatkan kualitas buah yang lebih baik, petani dan pelaku ritel pun turut memperoleh keuntungan dari penjualan.

Saat ini, produksi buah premium di Indonesia masih sangat minim, yaitu 5 persen-10 persen dari total produksi buah dalam negeri. Dari total produksi yang mencapai18,9 juta ton, berarti yang premium hanya 945.000 ton-1,89 juta ton.

Padahal, para pemasok raksasa, seperti Giant, Hypermart, dan Carrefour, lebih senang menjual buah lokal daripada buah impor. Pasalnya, para pelaku ritel besar tersebut bisa meraup keuntungan yang lebih besar dibandingkan menjual produk impor.

"Kebijakan di modern market, margin dari buah impor hanya 20 persen dari modal, kalau buah lokal minimal kami bisa dapat 30 persen, itu minimal, ya," ujar anggota Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (ASSIBSINDO), Lie Po Fung, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sayangnya, ungkap dia, pasokannya masih sedikit. Ketika stok buah-buahan lokal kosong, keranjang-keranjang pamer buah lokal tersebut diisi oleh buah-buahan impor. Padahal, persentase buah impor di dalam negeri masih lebih sedikit ketimbang produksi buah premium.

Total buah yang diimpor jumlahnya tidak lebih dari 2,5 persen dari total produksi atau 450.000-470.000 ton. Adapun buah premium 945.000 ton-1,89 juta ton, sementara yang diekspor hanya sekitar 400.000 ton, berarti masih ada 500.000 ton-600.000 ton yang beredar di pasar domestik. (Amailia Putri Hasniawati/Kontan)