JAKARTA, KOMPAS.com — Bak virus yang mewabah, bisnis online trading sedang menjangkiti banyak perusahaan sekuritas. Awal tahun ini, ada dua perusahaan sekuritas yang ingin mencicipi bisnis ini dengan menambahkan fasilitas online trading bagi investornya. Sebut saja PT Kim Eng Securities dan PT Bhakti Securities.
Pada 18 Januari lalu, Kim Eng merilis fasilitas online trading dengan nama KE Trading. Menurut Hendra Julius S Martono, Vice President Business Development Kim Eng Securities, ada kebutuhan investor yang ingin bertransaksi sendiri tanpa melalui broker.
Meski tergolong pemain baru di Indonesia, Kim Eng sudah cukup berpengalaman di bidang online trading di luar negeri. "Di Thailand, online trading Kim Eng sudah berjalan lima tahun," kata Hendra. Sedangkan di Vietnam, Kim Eng sudah memberikan layanan ini sejak dua tahun lalu dengan jumlah pelanggan sebanyak 20.000 orang.
Karena itu, Kim Eng tidak main-main dalam memilih pangsa pasar mereka. "Kami menyasar pada pelanggan yang memang sudah tahu reputasi Kim Eng," ujarnya. Hendra optimistis bisa menggaet sekitar 10.000 pelanggan baru untuk online trading. Saat ini, Kim Eng baru memiliki 4.000 pelanggan.
Tujuan penambahan fasilitas transaksi saham ini juga untuk menggenjot nilai transaksinya. Begitu halnya Kim Eng, yang saat ini rata-rata nilai transaksi hariannya Rp 350 miliar-Rp 400 miliar. "Kami menargetkan nilai transaksi hariannya bisa mencapai Rp 1 triliun," kata Hendra.
Target terus naik
Tak mau ketinggalan, Bhakti Securities pun telah membuat sebuah fasilitas online trading bertajuk Bhakti Online Brokerage (BOB). Sayang, dampaknya ke perusahaan belum terasa meski sudah beroperasi selama dua bulan. Edison Marjono, Head Division of Online Trading BHIT, mengaku jumlah investornya baru bertambah 100-an orang.
Akan tetapi, nilai transaksi harian sudah mulai bertambah dari Rp 30 miliar menjadi Rp 40 miliar. Tahun ini, Bhakti mengincar total nilai transaksi sebesar Rp 33 triliun atau 2 persen dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia. Tahun lalu, total nilai transaksi Bhakti sekitar Rp 16,5 triliun.
Satu lagi sekuritas yang tengah menggeber online trading, yaitu PT Reliance Securities Tbk (RELI), dengan meluncurkan ReliTrade. Targetnya, nilai transaksi rata-rata harian online trading sebesar 25 persen-50 persen dari total transaksi harian Reliance pada tahun ini.
"Kami berharap total transaksi akan tumbuh 30 persen dari posisi tahun lalu," ujar Wakil Presiden Direktur Reliance Nicky Hogan. Pada 2009, total nilai transaksi rata-rata hariannya mencapai Rp 120 miliar. Artinya, nilai rata-rata transaksi harian Reliance pada 2010 bisa mencapai Rp 156 miliar. (Avanty Nurdiana, Ade Jun Firdaus/Kontan)

