Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:26 WIB
Garuda Tetapkan Penjamin Emisi Akhir Maret
| Edj | Rabu, 17 Maret 2010 | 15:33 WIB
|
Share:

KOMPAS/ROBERT ADHI KSP
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia menargetkan, penjamin pelaksana emisi (underwriter) bagi penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham BUMN penerbangan itu sudah ditetapkan akhir Maret ini.

"Akhir bulan ini (ditargetkan) sudah ada pemenangnya. Tendernya dalam pekan-pekan ini. Pesertanya dari dalam dan luar negeri. Soal berapa yang diundang dan pesertanya berapa, mohon maaf belum bisa kami sampaikan," kata Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar usai menyampaikan paparan kinerja perseroan pada 2009 kepada pers di Jakarta, Rabu (17/3/2010).
     
Garuda mengharapkan, perolehan dana dari IPO, yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal III 2010, sekitar 300 juta dolar AS dan akan dicatatkan di bursa domestik. "Dari hasil underwriter itu nantinya akan diketahui berapa besar saham yang bisa dilepas. Namun, kami jamin tak akan sampai pada angka 49 persen. Paling sekitar 40 persen," katanya.
     
Sementara itu, Direktur Keuangan Garuda Indonesia Eddy Purwanto menambahkan, rencana IPO pada kuartal III tahun ini akan direalisasikan setelah restrukturisasi utang European Credit Agency (ECA) diselesaikan. "Hampir semua restrukturisasi utang Garuda sudah selesai, kecuali dengan ECA yang masih dalam proses negosiasi dokumentasi," kata Eddy.

Eddy menyebut, jika pada 2006, utang Garuda ke ECA sebesar 504 juta dollar AS, maka kini tinggal 241,2 juta dollar AS. Total utang maskapai Garuda Indonesia per Januari 2010 sebesar 527,8 juta dollar AS atau turun signifikan dibandingkan dengan Desember 2006 sebesar 868 juta dollar AS. "Target kami hingga akhir tahun ini, utang kepada ECA tinggal 400-an juta dollar AS," katanya.
     
Opsi penyelesaian utang dilakukan melalui beberapa cara antara lain perpanjang masa bayar, konvensi utang dagang menjadi ’loan’ dan pembelian beberapa utang melalui mekanisme tender.

Sementara itu, utang kepada pihak lain yang tersisa hingga Januari 2010 antara lain commercial lander sebanyak 95 juta dollar AS, FRN sebesar 87 juta dollar AS (75 juta dollar AS dan Rp108 miliar) dan utang lain-lain dari AP I dan AP II dan PT Pertamina sebesar 105 juta dollar AS.
     
Edy menyebut, selama ini maskapainya memiliki utang kepada sembilan kreditur yang kesemuanya telah menandatangani komitmen restrukturisasi utang.  Garuda pada 2009 meraih laba bersih sebesar Rp 1 triliun atau meningkat signifikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 669 miliar.

Sumber :
ANT