Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:26 WIB
Rupiah Perkasa, Incar 9.000
| Edj | Rabu, 17 Maret 2010 | 15:46 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (17/3/2010) sore naik tajam mendekati Rp 9.100 per dollar AS, karena pelaku aktif melepas dollar untuk membeli saham di pasar modal Indonesia.
      
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik menjadi Rp 9.102-Rp 9.112 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.155-Rp 9.165 atau naik 53 poin.

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga di Jakarta, Rabu mengatakan, rupiah masih berpeluang untuk terus menguat hingga mendekati angka Rp 9.000 per dollar AS. "Hal ini disebabkan kuatnya faktor positif baik dari luar maupun dalam yang mendukung untuk terus menuju level Rp 9.000 per dollar," katanya.

Namun menurut Edwin Sinaga yang juga Dirut Finan Corpindo Nusa, kenaikan rupiah yang terus terjadi dikhawatirkan akan dihambat oleh Bank Indonesia (BI) yang juga mempunyai kepentingan terhadap dollar AS. "Karena itu arah rupiah yang menuju level Rp 9.000 per dollar AS kemungkinan akan menghadapi hambatan meski potensi untuk kesana tetap besar," ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi yang makin membaik dan besarnya arus modal asing ke pasar domestik, lanjut dia merupakan faktor positif internal yang mendorong rupiah menguat. "Sedangkan dari faktor eksternal rally bursa Wall Street yang diikuti bursa regional dan melemahnya yen terhadap dollar memicu pelaku pasar terus membeli rupiah," katanya.
      
Pelaku asing, lanjut dia lebih cenderung menginvestasikan dananya di Indonesia, karena dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi. "Selain itu, pelaku asing lebih percaya bahwa Indonesia merupakan pasar potensial yang terus tumbuh dengan baik," katanya.
      
Rupiah, menurut dia apabila tidak ada hambatan, maka akan dapat meluncur lebih jauh atau bisa menembus angka Rp 9.000 per dollar AS. "Namun berbagai kepentingan akan muncul seperti BI yang mempunyai kepentingan terhadap dollar AS tidak menginginkan mata uang asing itu terpuruk lebih jauh," katanya.

Sumber :
ANT