KOMPAS/RIZA FATHONI
Wajib pajak menyerahkan lembar isian surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak perorangan kepada petugas di gerai penyerahan SPT yang menempati salah satu sudut di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2010). Batas waktu penyerahan SPT perorangan paling lambat hingga akhir Maret 2010.
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk menyukseskan upaya peningkatan penerimaan negara dari pajak. Menurutnya, proses penerimaan pajak yang ideal bagi suatu negara adalah 70-80 persen dari total keseluruhan penerimaan negara.
"Maka itu, saya mengimbau seluruh wajib pajak untuk mematuhi ketentuan konstitusi. Bayarlah pajak sesuai dengan perhitungan sebenarnya. Wajib pajak yang berdisiplin dan memenuhi kewajibannya adalah pahlawan. Yang lalai telah mencederai dan mengkhianati bangsa. Marilah kita bangun peradaban yang mulia di negeri ini dengan, antara lain, menciptakan pemerintahan yang transparan, responsif, dan akuntabel," ujarnya ketika memberikan pengarahan pada acara Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2009 di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Presiden memaparkan hal penting terkait upaya peningkatan penerimaan pajak. "Pertama, berikan pelayanan terbaik yang dilaksanakan seluruh petugas jajaran Ditjen Pajak. Itu tugas, kewajiban, amanah, dan boleh dikatakan ibadah," ujarnya. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah pendayagunaan dan pengelolaan pajak.
"Harapan kita, apa yang kita terima dari masyarakat dan wajib pajak, dapat digunakan sebaik-baiknya, sampai pada tujuan dan sasaran yang tepat dengan manajemen yang baik, dan kebijakan yang memastikan semua diperuntukkan bagi negara, termasuk dalam pembiayaan pembangunan nasional maupun biaya untuk menjalankan fungsi pemerintah secara umum," ujarnya.
Ditambahkannya, penerimaan pajak dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi yang terus bertumbuh pada akhirnya dapat menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dengan cara mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

