Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:27 WIB
Sumbang 0,36 Persen
BPS: Dampak Kenaikan TDL Jangan Sampai "Liar"
Wahyu Satriani Ari Wulan | Edj | Kamis, 18 Maret 2010 | 09:16 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen pada Juli 2010 mendatang, diperkirakan akan menyumbang inflasi sebesar 0,36 persen. Dengan demikian inflasi tahun 2010 bisa mencapai 6 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, seusai rakor Ketahanan Pangan, di Kantor Kementrian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu ( 17/3/2010 ) malam.

"Dampak langsung bisa diperhitungkan kira-kira 0,36 persen dari prediksi," ujar Rusman.

Dia menghitung, sumbangan TDL secara umum terhadap inflasi cukup besar yakni 2,4 persen. Bila kenaikan TDL sebesar 15 persen, maka akan menyumbang inflasi sebesar 0,36 persen. "Jadi kalau 2,4 persen kali 15 persen kan 0,36 persen," paparnya.

Dikhawatirkan, kenaikan TDL ini juga akan berimbas kepada sektor industri. Inflasi akan semakin membengkak bila kenaikan TDL itu kemudian menyebabkan multiply effect dan memicu para produsen untuk menaikkan harga barang dan jasa secara sepihak. "Kadang-kadang banyak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan jadi lebih buruk inflasi," kata Rusman.

Ia menambahkan, agar pemerintah mewaspadai dampak tidak langsung dari kenaikan TDL dengan adanya kemungkinan naiknya harga pada barang dan jasa terutama pada sektor pertanian dan perdagangan. "Kita berharap jangan sampai dampak tak langsung dari kenaikan TDL menjadi liar sehingga dengan kenaikan tersebut akan ramai menaikan barang dan jasa, ini salah kaprah, dengan kenaikan 15 persen untuk di pertanian dan perdagangan, komponen energi dari TDL masih kecil," ujar Rusman.