Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:58 WIB
Wapres Tak Setuju Jam Kerja Supermarket Dibatasi
Suhartono | made | Jumat, 19 Maret 2010 | 14:55 WIB
|
Share:

Kalau untuk pembatasan, saya kira daerah punya peranan untuk melakukan pengaturan.
-- Wapres Boediono

BEKASI, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono menyatakan kurang setuju jika pemerintah harus membatasi jam kerja supermaket atau pasar modern dengan alasan agar dapat memberikan kesempatan bagi pasar kecil dan tradisional untuk hidup.

Upaya memberdayakan dan meningkatkan supermarket dan pasar tradisional justru dilakukan dengan cara mengembangkan dan mengaitkan antara pasar kecil dan usaha besar.

Demikian disampaikan Boediono saat menjawab pertanyaan Sri Rahayu, peserta Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kelurahan Aren Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/3/2010) siang.

Sebelumnya, Sri Rahayu menanyakan mengapa Indonesia tidak membatasi jam kerja supermarket seperti di Australia yang pada pukul 17.00 ditutup untuk memberikan kesempatan usaha kecil dalam membuka usaha. "Menurut saya, kita memang tidak harus membatasi kegiatan dari satu usaha untuk mendorong agar kelompok usaha lainnya meningkat," tandas Boediono.

Menurut Boediono, yang perlu dilakukan adalah mendorong dan memberikan dukungan daripada menghambat jam kerja kelompok usaha lainnya. "Ada cara lain yang lebih sustainable dan bisa memberikan dampak yang lebih luas, seperti dengan dukungan dana, teknologi, dan study dari kegiatan usaha lainnya dengan kursus-kursus," tambah Boediono.

Menurut Boediono, cara lain itu adalah dengan memberi kaitan langsung ke sumbernya, seperti ke petani dan pekerja, tetapi bukan ke pemilik usaha.

"Kalau untuk pembatasan, saya kira daerah punya peranan untuk melakukan pengaturan di kawasan lewat zoning yang baik dengan pengaturan tempat yang baik bagi supermarket atau pasar tradisional. Jadi, kita tidak perlu mencontoh apa yang dilakukan di Australia," lanjut Boediono.