Berdasarkan data keuangan
Laba bersih sebesar itu meningkat sekitar 113 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2008, di mana saat itu XL mengalami kerugian Rp 15 miliar akibat biaya insidental dan perkembangan nilai tukar rupiah yang kurang menguntungkan.
Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi seusai rapat umum
Dana yang diperoleh dari hasil usaha akan dicatat dalam saldo laba (retained earning) untuk mendukung pengembangan usaha perseroan, di mana 0,01 persen atau sebesar Rp 100 juta dari laba bersih akan dijadikan sebagai cadangan umum.
Pemegang saham XL juga sepakat untuk meningkatkan modal yang ditempatkan dan modal yang disetor yang semula Rp 709 miliar menjadi Rp 850 miliar.
Pemegang saham perseroan terdiri atas Indocel Holding Sdn Bhd senilai Rp 735,87 miliar (86,5 persen), Emirates Telecommunication Corporation International Rp 113,24 miliar (13,3 persen), dan masyarakat umum Rp 1,67 miliar (0,2 persen).


