JAKARTA, KOMPAS.com — Rupiah terus menanjak. Pada penutupan pasar spot, Jumat (19/2/2010), nilai tukar rupiah menguat terhadap dollar Amerika Serikat 0,19 persen menjadi Rp 9.108. Ini rekor tertinggi kurs rupiah sejak 7 Agustus 2008. Namun, jika kurs tengah Bank Indonesia yang jadi patokan, rupiah pada akhir pekan lalu turun tipis 0,05 persen menjadi Rp 9.125 per dollar AS.
Penguatan rupiah tidak lepas dari derasnya dana asing yang masuk ke berbagai instrumen investasi lokal. Hot money yang masuk ke bursa saham saja pada pekan lalu mencapai Rp 1,99 triliun. Namun, rupiah diprediksi akan berbalik arah pada akhir bulan karena banyak perusahaan yang butuh dollar AS untuk melunasi utang.
Kepala Tresuri BCA Branko Windoe menduga, dollar AS akan bergerak pada kisaran Rp 9.050-Rp 9.150. Adapun Bambang Eko K Joewono, Kepala Tresuri Bank UOB Buana, menilai, rupiah sudah berada di titik tertinggi. Bambang menebak dollar AS bergerak pada Rp 9.070-Rp 9.120 pada awal pekan ini. (Avanty Nurdiana/Kontan)

