JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,5 persen pada kuartal I tahun ini. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution, saat ditemui di sela-sela rakor ASEAN Summit di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Alasannya, kata Darmin, pihaknya melihat laju inflasi sepanjang tahun ini masih sesuai asumsi, yakni sekira 6 plus minus 1 persen.
"Kalau suku bunga kita tidak perlu meniru negara lain. Kita punya pertimbangan sendiri, keadaan kita sendiri. Kita masih tetap melihat bahwa inflasi masih dalam track perhitungan kita. Bahkan, sebenarnya kalau kita lihat Februari-Maret inflasi itu akan relatif rendah," papar Darmin.
Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Januari mencapai 0,84 persen dan bulan Februari sebesar 0,3 persen. Adapun untuk bulan Maret, Darmin memperkirakan laju inflasi Maret berpotensi terjadi deflasi. Menurut Darmin, bila terjadi inflasi maka angkanya akan sangat rendah.
"Kalaupun Maret ada inflasi itu rendah sekali, cuma kita melihat kuartal I itu cukup rendah meskipun Januari lalu memang agak tinggi dari biasanya," tandas Darmin.


