JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (22/3010) sore turun 13 poin karena pelaku melepas rupiah dan membeli dollar AS menyusul membaiknya dollar AS di pasar regional yang menekan harga minyak mentah turun.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah menjadi Rp 9.113-Rp 9.123 per dollar AS dibanding penutupan sebelumnya Rp 9.100-Rp 9.110 atau turun 13 poin.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, mengatakan, koreksi terhadap rupiah dinilai wajar karena pelaku pasar melihat dollar di pasar Asia menguat. "Namun pelaku masih belum melepas rupiah dalam jumlah yang besar sehingga tekanan terhadap rupiah relatif kecil," katanya.
Menurut dia, rupiah yang berpeluang menguat lagi agak tertahan, karena berbagai hambatan muncul seperti eksportir yang kurang menyukai kenaikan rupiah lebih lanjut, dan kepentingan Bank Indonesia (BI) terhadap dollar. "Rupiah saat ini tertekan oleh penguatan dollar di pasar regional," ujarnya.
Mata uang Indonesia, lanjut dia, memang berpeluang untuk naik hingga mencapai Rp9.000 per dollar AS, namun menuju ke sana tidak mudah bahkan berada di bawah angka Rp9.100 per dollar AS terlihat sulit yang sejak dua hari masih berkisar di level Rp 9.100 sampai Rp 9.150 per dollar AS.
Meski demikian arah menuju ke level Rp 9.000 per dollar AS sangat tinggi apalagi kalau BI melakukan penyesuaian tingkat suku bunga acuan setelah sejumlah bank sentral Asia menaikkan suku bunganya.


