CIKAMPEK, KOMPAS.com - Perum Perhutani sedang membangun dua pabrik kayu lapis di Kediri, Jawa Timur, dan Tasikmalaya, Jawa Barat, berkapasitas 96.000 meter kubik per tahun. Pelaksana tugas Direktur Utama Perhutani Upik Rosalina di Cikampek, Jawa Barat, Senin (22/3/2010), mengungkapkan, pabrik di Tasikmalaya akan berorientasi menyerap kayu sengon rakyat sebagai bahan baku.
"Aksi korporasi ini akan menaikkan harga kayu sengon di pasar. Sebelumnya Rp 300.000 per meter kubik dan kini sudah Rp 500.000 per meter kubik. Kami yakin, begitu pabrik ini beroperasi, harga kayu sengon rakyat akan lebih mahal lagi," ujar Upik.
Pertumbuhan industri yang berorientasi kayu rakyat kini sangat dibutuhkan untuk mendorong pengembangan hutan tanaman rakyat dan hutan rakyat. Langkah ini sinkron dengan program Kementerian Kehutanan yang menargetkan mengembangkan 200.000 hektar hutan rakyat dan hutan tanaman rakyat.
Untuk jangka panjang, Perhutani akan membangun industri hilir gondorukem. Pengembangan industri hilir diharapkan dapat menghasilkan proses penciptaan nilai tambah di dalam negeri yang dapat meningkatkan nilai penjualan. Produk turunan gondorukem dan terpentin dapat menjadi bahan baku kosmetik atau pangan.
Untuk pemasaran, manajemen menargetkan pendapatan tahun 2010 mencapai Rp 3,1 triliun, naik dari Rp 2,4 triliun tahun 2009.


