Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 10:13 WIB
Perdagangan
Hadapi ACFTA, Semua Harus Kerja Keras
Caroline Damanik | Erlangga Djumena | Senin, 28 Juni 2010 | 16:23 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Kios buah dipenuhi jeruk mandarin jenis santang dan sweet ponkam yang dijual di pinggir jalan di kawasan Jombang, Jawa Timur, Rabu (20/1). Penjualan buah impor China sudah sejak lama merambah hingga ke pedesaan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah terbukanya pasar bebas antara Indonesia dan China per 1 Januari lalu, pemerintah dan masyarakat harus makin bekerja keras dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial dan Budaya Indonesia-China (LKES BIC) Sukamdani Sahid Gitosardjono di Hotel Grand Sahid Jaya, Senin (28/6/2010).

"Jadi kalau saya menganggap pada waktu dulu saya jadi Ketum Kadin, pemerintah berjuang, pengusaha berjuang, apalagi sekarang ini. Namanya juga sudah global," tuturnya.

Apalagi, lanjut Ketua Kamar Dagang Industri periode pertama ini, negara yang mengikuti era pasar bebas ini bukan hanya Indonesia, tapi juga sejumlah negara Asean lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Brunei Darussalam. Sementara, Laos dan Myanmar menyusul. "Menurut saya kita jangan mundur tapi berusaha dan berjuang untuk kemakmuran bangsa dan negara," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah tetap harus memegang peran dominan untuk melindungi pasar domestik dari gempuran produk-produk China yang memang diakui jauh lebih murah. Sukamdani mengingatkan agar pemerintah tidak salah membuat kebijakan dan memanfaatkan peluang yang ada, antara lain pembangunan sarana dan prasarana dari hasil kerja sama. "Ini kan kita lihat bisa mendukung sektor riil," tandasnya.