KOMPAS.com/ CAROLINE DAMANIK
Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di angka 6,5 persen, Senin (5/7/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Gubernur Bank Indonesia akhirnya memutuskan mempertahankan BI rate di angka 6,5 persen setelah menggelar rapat DG sejak pukul 09.00, Senin (5/7/2010). BI terus mempertahankan BI Rate di angka ini sejak Agustus 2009.
"Dewan Gubernur hari ini memutuskan untuk mempertahankan BI rate pada tingkat 6,5 persen," tutur Pjs Gubernur BI Darmin Nasution di gedung BI, sore ini.
Hal ini sejalan dengan komitmen BI untuk menyesuaikan diri agar inflasi nantinya tetap sesuai dengan perkiraan. Pasalnya, BI melihat indikasi tekanan inflasi yang cenderung meningkat intensitasnya.
Peningkatan ini dipicu kenaikan TDL, waktu menjelang Ramadhan dan Idul Fitri serta kenaikan harga bahan makanan yang disebabkan ketidakpastian musim. "Keputusan tersebut diambil dengan evaluasi secara menyeluruh terhadap perekonomian dan prospek perekonomian ke depannya. BI rate tersebut masih konsisten dgn target inflasi 5 persen plus minus 1," tambahnya.
Sementara itu, di 2011, BI juga memperkirakan inflasi terjadi karena keterlambatan respon penawaran atas permintaan makanan. Namun, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai angka 6-6,5 persen.
