Kamis, 27 November 2014

/ Bisnis & Keuangan

Valas

Pasar Sepi, Rupiah Melemah

Rabu, 7 Juli 2010 | 16:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (7/7/2010) sore masih belum bergeser dari angka Rp 9.070 per dollar, karena pelaku pasar asing masih berdiam diri yang diikuti pula oleh sebagian pelaku lokal.

"Kondisi ini mengakibatkan pasar makin lesu, sehingga nilai transaksi yang terjadi relatif lebih kecil dibanding hari-hari sebelumnya," kata Dirut Finan Corpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta, Rabu.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar turun 20 poin menjadi Rp 9.070-Rp 9.080 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.050-Rp 9.060.

Edwin Sinaga mengatakan, pasar uang di dalam negeri sejak dua pekan lalu melesu, sehingga pergerakan kedua mata uang itu agak menyempit, meski rupiah cenderung turun, namun posisinya masih di atas Rp 9.000 per dollar.

"Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih mengikuti pergerakan data ekonomi makro Indonesia, meski di pasar eksternal muncul isu negatif yang menekannya," katanya.

Rupiah, lanjut dia berpeluang untuk naik, karena dollar AS di pasar regional melemah terhadap euro dan yen. "Namun pelaku pasar terlihat mengindahkan faktor positif itu, karena mereka sedang memfokuskan perhatiannya terhadap ekonomi AS," ucapnya.

Ia mengatakan, tekanan pasar terhadap rupiah muncul akibat keluarnya data ekonomi Amerika Serikat yang melemah.

Sepinya pasar juga karena pelaku masih menunggu laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai laju inflasi 2010 yang diperkirakan akan meningkat.

Pelaku pasar masih menunggu perkembangan pasar domestik, setelah adanya pernyataan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya didukung sektor konsumsi tapi juga sektor produksi yang mulai berjalan. "Pemerintah diharapkan dapat mempercepat pencairan anggaran belanja modal sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat," katanya.


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: