Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 10:21 WIB
Uang Baru
Gambar Reog di Koin Khawatir "Medeni"
Dwi Bayu Radius | yuli | Rabu, 21 Juli 2010 | 02:24 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Uang kertas (UK) pecahan baru Rp 10.000 (sepuluh ribu) saat peluncuran di Gedung Bank Indonesia Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/7/2010). Perubahan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi elemen desain terutama pada warna dominan yang semula ungu kemerahan menjadi ungu kebiruan.
Foto:

BANDUNG, KOMPAS.com - Gambar pada uang logam pecahan Rp 1.000 yang peredarannya baru diresmikan adalah angklung dengan latar belakang Gedung Sate, salah satu landmark Kota Bandung. Sebelumnya, gambar reog sempat dipertimbangkan untuk dicantumkan tetapi dianggap menakutkan.

"Kami sudah cari berputar-putar," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Rochadi seusai peresmian beredarnya uang logam pecahan Rp 1.000 tahun emisi 2010 dan uang kertas pecahan Rp 10.000 desain baru di Bandung, Selasa (20/7/2010).

Sebelumnya, bukan gambar angklung yang rencananya tertera pada uang melainkan reog. Akan tetapi, ruang koin untuk dipasang gambar ternyata sangat sempit. "Mau dikecilkan, enggak kelihatan. Kalau dibesarkan, menakutkan. Gambar reog malah medeni (menakutkan)," ujar Budi sambil tersenyum.

Karena itu, pencarian gambar yang tepat sempat melalui proses coba-coba hingga akhirnya terpilih gambar angklung dan Gedung Sate. Kala itu, Budi menerima masukan yang dinilai bagus yakni gambar angklung dan Gedung Sate harus dipisah.

"Sejauh ini, kami mengikuti pakem yang dibuat sendiri. Ciri uang Indonesia yakni, gambar dicantumkan pada satu sisi. Adapun sisi lainnya, nominal uang," tuturnya.