Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 10:22 WIB
Konversi Minyak Tanah
Terkait Elpiji Pertamina Diminta Cekatan
| Hertanto Soebijoto | Senin, 26 Juli 2010 | 14:47 WIB
|
Share:
tribunnews.com DILEMPAR - Tabung-tabung elpiji dilemparkan ke jalan di Jakarta, Minggu (18/7/2010). Dimotori LSM Bendera, puluhan warga memprotes kualitas tabung gas karena kerap meledak.

KEBUMEN, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan, Pertamina harus lebih cekatan dan bertanggung jawab terkait program-program konversi elpiji tabung tiga kilogram.

"Pertamina juga harus menyediakan asuransi bagi masyarakat yang menggunakan elpiji," kata Taufik Kurniawan kepada wartawan di Kebumen, Senin (26/7/2010).

Selain itu, kata dia, harus ada terobosan mekanisme tender sehingga tidak terjadi adanya pembuatan tabung elpiji sebanyak 6 juta dalam satu tahun.

"Bagaimana mungkin aspek keselamatannya bisa diperhatikan manakala terjadi kelebihan produksi," katanya.

Sering kali pula karena tidak tercapai kapasitas produksinya, kata dia, rekanan yang memenangkan tender tersebut melakukan subkontrak kepada perusahaan yang tidak berkompeten.

Saat dilakukan subkontrak ini, lanjutnya, sering kali tidak diperhatikan keamanan dari pabrik-pabrik tersebut sehingga harus diubah mekanisme tendernya.

Menurut dia, hal ini perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

"Kami mengharapkan, ke depan bisa lebih serius. Kami mengusulkan program asuransi harus diterapkan kepada pengguna elpiji," katanya.

Dia mengatakan, Pertamina sebagai salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang ditugasi pemerintah untuk memroduksi dan mendistribusikan elpiji kepada masyarakat.

Menurut dia, penyebab terjadinya ledakan elpiji sebaiknya tidak diperdebatkan.

"Saya sering kali mengatakan, apakah pipanya ataukah tabungnya, yang pasti gasnya meledak. Jangan kita berdebat antara pipanya atau tabungnya, tapi realitanya banyak yang menjadi korban," katanya.

Karena itu, dia menegaskan, program asuransi kecelakaan sebaiknya diterapkan bagi pengguna elpiji sehingga tidak membebani uang rakyat maupun APBN.

Sumber :