JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi naik hampir mencapai Rp 9.000 per dollar AS, karena pelaku pasar kembali memburu rupiah, setelah adanya pernyataan bahwa pasar Asia tumbuh signifikan.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 12 poin menjadi Rp 9.008-Rp 9.018 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.020-Rp 9.030.
Direktur Currency Management Group, Farial Anwar di Jakarta Selasa (27/7/2010) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Asia yang merupakan faktor pendorong ekonomi Amerika Serikat dan Jepang mengakibatkan pelaku pasar asing aktif bermain di pasar domestik.
"Pelaku asing meningkatkan investasi di pasar domestik, sehingga kegiatan cukup ramai," katanya.
Rupiah diperkirakan akan mencapai Rp 9.000 per dollar AS, apabila BI membiarkan pergerakan rupiah yang terus menguat hingga di bawah angka Rp 9.000 per dollar AS.
"Kami memperkirakan rupiah akan dapat mencapai angka Rp9.000 per dollar AS, karena faktor positif makin kuat," ucapnya.
Menurut dia, bisa atau tidaknya rupiah melewati angka Rp 9.000 per dollar AS, tergantung BI apa akan membiarkan rupiah terus menguat.
"Kami khawatir BI tidak akan melepasnya dan akan masuk pasar melakukan intervensi dengan melakukan pembelian," katanya.
Dia mengatakan, kenaikan rupiah yang terus terjadi dalam tiga hari ini, karena pelaku optimis penempatan dana di pasar Indonesia merupakan faktor yang paling tepat.
Karena pertumbuhan ekonomi Asia khususnya Indonesia paling menonjol di antara negara Asia, kecuali China dan India, ucapnya.
Ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, apabila pemerintah cepat mencairkan anggaran belanja pemerintah dan mendorong perbankan untuk memacu penyaluran kredit.
