Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 10:23 WIB
Rupiah Mendekati 9.000
| Erlangga Djumena | Rabu, 28 Juli 2010 | 16:20 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Sebuah gerai penukaran valuta asing di Puri Indah, Jakarta.

TERKAIT:

JAAKRTA, KOMPAS.com Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu sore, makin positif untuk bisa mencapai angka Rp 9.000 per dollar AS setelah pada awal perdagangan melemah. Hal itu terjadi akibat tekanan pasar karena bursa Wall Street, AS, tak menentu.

Kurs rupiah terhadap dollar AS naik lima poin menjadi Rp 9.007-Rp 9.017 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya, Rp 9.012-Rp 9.022.

Edwin Sinaga selaku Dirut Finan Corpindo Nusa mengatakan, peluang rupiah untuk naik di bawah Rp 9.000 per dollar AS masih tetap ada asalkan kenaikan itu didukung faktor fundamental ekonomi. "Apabila didukung faktor ekonomi makro Indonesia, maka Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan melepas rupiah sampai sejauh mana mata uang itu bergerak naik," katanya.

Menurut Edwin, kenaikan rupiah saat ini terpicu oleh hot money asing yang bermain, baik di pasar uang maupun pasar saham, yang mendorong BI untuk masuk ke pasar. "BI melakukan intervensi pasar untuk menahan berlanjutnya penguatan rupiah," ujarnya.

Ia mengatakan, rupiah kemungkinan masih berada di antara Rp 9.005 dan Rp 9.025 per dollar AS. "Kami yakin, BI akan masuk pasar dengan menahan rupiah agar berada dalam kisaran yang tidak melebar," ucapnya.

Faktor utama yang memicu rupiah menguat adalah aksi beli pelaku pasar terhadap saham. Aksi itu cenderung meningkat sehingga mendorong pasar uang menjadi positif, meski kenaikan relatif kecil. "Kami memperkirakan, peluang rupiah untuk naik mendekati angka Rp 9.000 per dollar AS masih besar," ucapnya.

Sumber :
ANT