JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Asosisasi Pedagang Retail Indonesia (Aprindo), Sabtu (31/7/2010), mencanangkan Gerakan Peduli Koin Nasional di Kompleks Gedung BI, Jakarta.
Pencanangan gerakan ini dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Deputi Gubernur BI Budi Rohadi, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Subagyo, dan Ketua Aprindo Benjamin Maloy. Penandatanganan disaksikan langsung Gubernur BI terpilih, Darmin Nasution, dan Mendag Mari Elka Pangestu.
Direktur Direktorat Peredaran Uang Muhammad Dahlan mengatakan, gerakan ini dicanangkan karena fenomena keengganan masyarakat maupun pihak penerima dalam menggunakan uang koin. "Ada keengganan atau dinilai merepotkan dalam menggunakan uang koin sehingga ada tuntutan untuk bank sentral menambah uang. Keengganan juga dari pihak yang menerima uang koin. Perbankan juga enggan menerima," katanya, ketika memberi sambutan.
Selain itu, lanjutnya, muncul fenomena ironis saat pengusaha-pengusaha ritel di pusat-pusat bisnis menggunakan permen untuk mengganti uang kembalian dalam bentuk koin. "Agar menjadi gaung di masyarakat, hari ini dicanangkan gerakan peduli nasional untuk menggugah kemauan masyarakat untuk menggunakan koin sebagai alat transaksi," tegasnya.
Dalam acara ini, digelar panggung hiburan dan momen pelepasan balon oleh Gubernur BI terpilih dan Mendag. Acara ini diramaikan oleh anggota Perhimpunan Kasir se-Jabodetabek.


