KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Seorang warga menunjukkan uang logam pecahan baru Rp 1.000.
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu meminta para pengusaha ritel agar tidak membudayakan pemberian permen sebagai pengganti koin untuk uang kembalian kepada para konsumen di gerai-gerainya. Para pengusaha harus menghormati hak-hak konsumen.
"Perlindungan konsumen itu harus bisa memberikan pilihan bagi konsumen, koin atau permen. Itu hak konsumen," tuturnya dalam acara peluncuran Gerakan Peduli Koin Nasional di Kompleks Bank Indonesia, Sabtu (31/7/2010).
Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian di lapangan, Mari mengaku menemukan kejadian dan keluhan dari para konsumen di mana banyak ritel mengganti uang kembalian dalam bentuk permen. Alasannya, ketersediaan uang logam dari BI juga terbatas.
Mari mengaku turut peduli dengan fenomena ini sehingga ikut serta dalam Gerakan Peduli Koin Nasional. Memang ada kendala suplai dari BI, katanya. Padahal, jumlah uang logam yang beredar di masyarakat mencapai 60 persen, lebih besar daripada jumlah uang kertas.
Gerakan ini ingin mendorong masyarakat untuk menggunakan uang logam sebagai alat transaksi. Mari menegaskan, manfaat gerakan ini tentu ditujukan untuk mendukung kebutuhan sektor ritel sendiri.


