Kamis, 24 April 2014

/ Bisnis & Keuangan

Saham TLKM Terus Menguat

Jumat, 20 Agustus 2010 | 10:45 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kian menjulang. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham ini menyentuh harga Rp 9.000 per saham. Jika kita bandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya, yaitu Rp 8.600 per saham, kenaikan harga saham TLKM mencapai Rp 400 per saham atau setara 4,65 persen.

Posisi saham TLKM terus menguat setelah perusahaan telekomunikasi ini mengeluarkan laporan kinerja semester I 2010. Pada awal Agustus lalu, harga saham ini masih bertengger di Rp 8.400 per saham. Itu berarti, sejak pengumuman kinerja hingga perdagangan kemarin, harga TLKM sudah menguat 7,1 persen.

Analis BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi, mengatakan bahwa kenaikan saham TLKM memang pantas terjadi. "Harga wajarnya Rp 9.000 per saham," ujarnya, Kamis (19/8/2010).

Meskipun kinerja operator telekomunikasi terbesar di Indonesia ini tumbuh moderat, menurut Akhmad, TLKM secara sektoral masih merajai pasar; mulai dari jaringan, menara base transceiver station (BTS), hingga jasa pelayanan lain.

Sekadar mengingatkan, pendapatan TLKM pada semester I 2010 naik tipis 5 persen dari periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp 34,35 triliun. Kenaikan tersebut disumbang oleh peningkatan pendapatan dari sektor data, internet, dan jasa teknologi informatika sebesar 17 persen menjadi Rp 10,222 triliun, bisnis seluler mencatat kenaikan 3 persen menjadi Rp 14,39 triliun, dan pendapatan jasa lain naik 66 persen menjadi Rp 858,69 miliar.

Sayangnya, laba bersih TLKM turun tipis 0,7 persen dari Rp 6,04 triliun menjadi Rp 6 triliun. Hal ini terjadi akibat lonjakan beban usaha dan operasional.

Berkaitan dengan adanya dugaan perpindahan aliran dana investor dari PT Indosat Tbk (ISAT) ke TLKM, Akhmad mengatakan," Ya, itu juga salah satu penyebab yang mungkin terjadi," katanya.

Kinerja semester I operator telekomunikasi ISAT memang tidak memuaskan. Laba bersih perusahaan ini anjlok 71,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi hanya Rp 287,1 miliar. (Amailia Putri Hasniawat/Kontan)


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: